TARAKAN- Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Jufri Budiman, S.Pd., M.M bersama sejumlah pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kalimantan Utara melakukan kunjungan ke salah satu peternakan ayam petelur milik Sopian di kawasan Aki Balak, Kota Tarakan, Selasa (24/03/2026) sore.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kondisi peternakan yang menggunakan sistem kandang baterai dengan pakan full pabrikan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan produksi telur ayam lokal di Kalimantan Utara.
Berdasarkan data yang dihimpun, kebutuhan telur ayam di Kalimantan Utara masih didominasi pasokan dari luar daerah. Dari total kebutuhan sekitar 23 ribu ton per tahun, produksi lokal baru mampu memenuhi sekitar 3 ribu ton per tahun.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius DPW TMI Kaltara, yang kini fokus mendorong pengembangan peternakan ayam petelur di empat kabupaten/kota. Kota Tarakan sendiri tercatat sebagai daerah dengan tingkat konsumsi telur ayam tertinggi di provinsi tersebut.
Jufri Budiman yang juga menjabat sebagai Ketua DPW TMI Kaltara menyampaikan, optimalisasi peternakan ayam petelur perlu dilakukan di sejumlah daerah, khususnya di Tarakan, guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar.
Ia menargetkan adanya peningkatan produksi telur ayam lokal pada tahun 2026 hingga 2027, dengan estimasi kenaikan antara 5 ribu hingga 10 ribu ton per tahun. Peningkatan tersebut diharapkan dapat tercapai melalui penguatan kelompok petani dan peternak skala kecil hingga menengah.
Namun demikian, Jufri mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi peternak, terutama terkait ketersediaan bibit ayam (DOC) dan pakan, yang turut memengaruhi fluktuasi harga telur di pasaran.
“Kami sudah berdiskusi dengan beberapa peternak, dan rata-rata kendalanya ada pada DOC dan pakan. Ke depan, perlu ada regulasi dan campur tangan pemerintah melalui OPD terkait agar ada keberpihakan kepada peternak lokal,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pabrik pakan dan penetasan di luar Tarakan guna memastikan ketersediaan pasokan DOC dan pakan di wilayah Kalimantan Utara.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempermudah peternak dalam meningkatkan produksi telur ayam, baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum maupun mendukung program penyediaan pangan di daerah.

