DPRD Dorong Perencanaan Berbasis Kajian, Proyek Air Bersih Diminta Tak Tergesa Dianggarkan

BERAU, Headlineterkini.id – DPRD Berau menekankan pentingnya perencanaan matang berbasis kajian ilmiah sebelum mengalokasikan anggaran besar, khususnya pada proyek strategis seperti penyediaan air bersih di Tanjung Batu.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menilai selama ini masih terdapat pola perencanaan yang kurang tepat, di mana anggaran fisik disiapkan lebih dulu sementara dokumen teknis belum rampung. Kondisi ini disebut berkontribusi pada tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).

“Perencanaan harus didahulukan. Kalau dokumen seperti DED dan AMDAL belum siap, jangan buru-buru anggarkan fisiknya. Ini yang sering menyebabkan SILPA,” ujarnya, 31 Maret 2026.

Ia mencontohkan proyek air bersih di Tanjung Batu yang dinilai perlu diawali dengan kajian mendalam untuk memastikan ketersediaan sumber air yang layak. Menurutnya, langkah tersebut bisa dilakukan dengan melibatkan pihak akademisi agar hasilnya lebih akurat dan terukur.

“Kalau perlu libatkan perguruan tinggi untuk memastikan potensi sumber air. Dengan begitu, perencanaan lebih jelas dan anggaran bisa tepat sasaran,” jelasnya.

Selain sektor air bersih, Waris juga menyoroti persoalan pertanahan yang kerap menjadi penyumbang SILPA terbesar. Ia menyarankan agar proses penilaian atau appraisal dilakukan lebih awal sebelum penganggaran pembebasan lahan dilakukan.

“Appraisal dulu dilakukan, baru dianggarkan pembebasan lahannya. Jangan dibalik, supaya perencanaannya realistis,” tegasnya.

Ia menambahkan, perencanaan yang baik memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari Bappeda, Bapenda, hingga instansi teknis lainnya. Tanpa koordinasi yang kuat, program pembangunan berpotensi tidak berjalan optimal.

Dengan pendekatan berbasis kajian, DPRD berharap setiap program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan mampu meminimalkan potensi anggaran yang tidak terserap.(Adv)

Spread the love

Tinggalkan Balasan