BERAU, Headlineterkini.id – Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak nyata bagi masyarakat. DPRD Berau menyoroti masih lemahnya tindak lanjut terhadap usulan yang telah disampaikan dalam forum tersebut.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Ahmad Rifai, menegaskan bahwa persoalan klasik dalam Musrenbang bukan pada proses penyampaian aspirasi, melainkan pada realisasi program yang kerap berjalan lambat.
“Musrenbang ini sudah lama berjalan, tapi persoalannya masih sama, yaitu tindak lanjut yang belum maksimal. Jangan sampai hanya jadi rutinitas tahunan tanpa hasil nyata,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat memiliki harapan besar terhadap forum tersebut sebagai wadah menyampaikan kebutuhan prioritas. Karena itu, pemerintah daerah dituntut lebih responsif dalam menindaklanjuti setiap usulan yang telah disepakati bersama.
Ia mendorong agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak hanya menunggu di tahap perencanaan, tetapi segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan percepatan pelaksanaan program.
“Begitu usulan masuk, harus ada gerak cepat. OPD seharusnya langsung cek ke lokasi agar proses realisasi bisa dipercepat,” tegasnya.
Rifai menilai, keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh keseriusan dalam mengeksekusi hasil perencanaan. Tanpa langkah konkret, Musrenbang berpotensi hanya menjadi agenda formal tanpa manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Kita ingin hasil Musrenbang ini benar-benar dirasakan. Jangan hanya berhenti di atas kertas,” pungkasnya.(Adv)
