BERAU, Headlineterkini.id – DPRD Kabupaten Berau menyoroti potensi gangguan distribusi LPG subsidi 3 kilogram menjelang Idulfitri 2026. Peningkatan kebutuhan masyarakat pada momen hari besar keagamaan dinilai harus diantisipasi dengan pengawasan yang lebih ketat.
Ketua DPRD Berau, Dedi Okto Nooryanto, menegaskan pentingnya memastikan gas bersubsidi tetap tersedia bagi masyarakat yang berhak, khususnya rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada LPG 3 kg.
Menurutnya, kondisi di lapangan kerap tidak sejalan dengan laporan ketersediaan stok yang disebut aman. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah tidak hanya berpatokan pada data, tetapi juga aktif melakukan pengecekan langsung.
“Kalau di atas kertas stok aman, tapi di masyarakat masih sulit didapat, berarti ada yang perlu ditelusuri. Ini yang harus segera diurai,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Dedi menilai, persoalan distribusi bisa terjadi di berbagai titik, mulai dari jalur distribusi hingga tingkat pengecer. Untuk itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh agar penyebab utama kelangkaan bisa diidentifikasi secara tepat.
Ia juga menekankan pentingnya keterpaduan data antara pemerintah daerah dan pihak terkait, termasuk pengawasan rutin di lapangan guna mencegah potensi penyimpangan seperti penimbunan atau distribusi yang tidak tepat sasaran.
“Pengawasan tidak cukup hanya dari laporan. Harus ada kontrol langsung supaya distribusi benar-benar sesuai peruntukan,” tegasnya.
Dengan semakin dekatnya Idulfitri, DPRD Berau mengingatkan agar persoalan LPG subsidi tidak dibiarkan berlarut-larut. Ketersediaan energi rumah tangga tersebut dinilai sangat sensitif dan dapat berdampak langsung pada stabilitas sosial di masyarakat.
“Jangan sampai menjelang Lebaran justru muncul keresahan karena gas sulit didapat. Ini harus jadi perhatian serius semua pihak,” pungkasnya.(Adv)
