Mangrove Tanjung Batu Kini Disiapkan Jadi “Gerbang Edukasi” Wisata Derawan–Maratua ‎

‎BERAU, HEADLINE– Menjelang libur Idulfitri 2026, kawasan wisata Mangrove Tanjung Batu tak sekadar dibuka kembali, tetapi mulai diposisikan sebagai wajah awal ekowisata pesisir bagi wisatawan yang hendak menyeberang ke Derawan dan Maratua.

‎Revitalisasi yang dilakukan pemerintah daerah selama 2024–2025 mengubah kawasan ini dari sekadar jalur kayu sederhana menjadi ruang wisata edukatif. Selasar kini diperpanjang hingga mendekati bibir laut, dilengkapi sejumlah titik swafoto yang menghadap langsung panorama laut dan gugusan pulau.

‎Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari, menilai kehadiran kembali mangrove ini menjadi peluang strategis di tengah lonjakan kunjungan saat libur lebaran.

‎“Ini bukan hanya tempat singgah. Wisatawan bisa memanfaatkan waktu tunggu kapal dengan aktivitas yang lebih bermakna, seperti mengenal fungsi mangrove sebagai pelindung pantai dan habitat biota laut,” ujarnya.

‎Menurutnya, konsep yang diusung tidak lagi sekadar wisata transit, melainkan mengarah pada ekowisata berbasis edukasi dan konservasi.

‎”Konsep ini penting agar kawasan pesisir tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga memberi nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

‎Ia juga menyoroti potensi ekonomi yang bisa tumbuh dari aktivitas wisata tersebut. Kehadiran pengunjung dinilai mampu membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk menjajakan produk olahan maupun kerajinan khas pesisir.

‎”Itu sangat membantu UMKM kita untuk mempromosikan kerajinan khas pesisir,” katanya.

‎Namun demikian, Sri mengingatkan agar pengelolaan kawasan tidak mengabaikan aspek lingkungan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan wisata mangrove justru terletak pada keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian ekosistem.

‎“Jangan sampai wisata berkembang, tetapi mangrovenya rusak. Justru kekuatan utama kawasan ini ada pada alamnya, sehingga pengelolaan harus benar-benar memperhatikan prinsip keberlanjutan,” tegasnya.

‎Setelah sempat ditutup lebih dari dua tahun akibat kerusakan selasar, kini Mangrove Tanjung Batu diharapkan tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga pusat edukasi lingkungan sekaligus penggerak ekonomi lokal berbasis ekowisata. (Adv)

Spread the love

Tinggalkan Balasan