Legislator Ingatkan Pemerintah Daerah Jaga Keseimbangan Persaingan Ritel Modern dan UMKM

headlineterkini.id, BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau dari Fraksi Gerindra, Sutami, mengingatkan pemerintah daerah agar lebih serius mengatur ekspansi ritel modern yang dinilai berpotensi menekan keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta warung tradisional.

Menurutnya, ketidakseimbangan persaingan antara jaringan ritel besar dan usaha kecil semakin terasa di banyak kawasan, terutama karena belum adanya pengaturan yang jelas terkait jam operasional.

Ia menyoroti keberadaan gerai ritel yang beroperasi hampir sepanjang hari—mulai pukul 06.00 hingga 23.00 WITA—sementara banyak warung tradisional baru dapat membuka usaha setelah ritel tersebut tutup.

“Ada ritel yang buka dari jam enam pagi sampai sebelas malam. Sementara warung kecil baru buka setelah itu. Tentu mereka tidak punya peluang bersaing,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).

Melihat kondisi tersebut, Sutami mendesak pemerintah kabupaten untuk segera menyusun regulasi pembatasan jam buka ritel modern agar pelaku UMKM tetap memiliki ruang usaha yang layak. Menurutnya, aturan waktu operasional dapat membantu menciptakan persaingan yang lebih sehat.

“Idealnya buka jam delapan pagi dan tutup jam sembilan malam. Ini untuk memberi kesempatan warung kecil tetap mendapat pelanggan,” tegasnya.

Tak hanya soal jam buka, Sutami juga mendorong agar ritel modern diwajibkan menyediakan ruang khusus bagi produk UMKM lokal. Ia menilai langkah tersebut bisa menjadi kemitraan positif yang menguntungkan kedua belah pihak.

“Ritel bisa menjual hasil produksi masyarakat, asal memenuhi standar. Ini solusi agar mereka bisa tumbuh bersama,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sepele, karena dominasi ritel modern berpotensi melemahkan ekonomi masyarakat jika tidak diantisipasi sejak awal. Karena itu, kebijakan yang tegas, adil, dan berorientasi pada pemberdayaan UMKM perlu segera dirumuskan.

“Pemerintah harus turun tangan. Kita bukan anti investasi, tapi kita ingin iklim usaha yang sehat dan berkeadilan,” pungkasnya.

Sigit/ADV

Spread the love

Tinggalkan Balasan