headlineterkini.id, BERAU – Anggota DPRD Berau dari daerah pemilihan pesisir, Sutami, menyoroti kunjungan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke wilayah pesisir Berau. Kunjungan tersebut dilakukan di Kampung Buyung-Buyung dan Talisayan untuk meninjau calon lokasi Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) — sebuah program nasional yang berfokus pada modernisasi dan pemberdayaan desa nelayan.
Program KNMP dikenal sebagai upaya mengubah kampung pesisir menjadi kawasan yang lebih produktif, modern, dan berdaya saing melalui peningkatan sarana prasarana, penguatan kapasitas nelayan, pengelolaan hasil laut yang lebih baik, serta pengembangan ekonomi dari hulu ke hilir.
Sutami menegaskan bahwa kehadiran kementerian tidak boleh sekadar berhenti pada tahap kunjungan atau pendataan lapangan. Menurutnya, masyarakat pesisir telah lama menunggu program yang benar-benar memberikan perubahan nyata dalam keseharian mereka.
“Kami sangat mendukung program ini, tapi jangan hanya berhenti pada survei. Nelayan kita butuh perubahan konkret, baik dalam sarana tangkap, pemasaran, maupun infrastruktur pesisir,” tegasnya, Kamis (13/11/2025).
Ia memaparkan sejumlah persoalan klasik yang masih dialami kampung-kampung pesisir, mulai dari akses BBM yang sulit, fasilitas tambat kapal yang terbatas, harga jual hasil tangkapan yang tidak stabil, hingga pola pemasaran yang masih banyak bergantung pada tengkulak. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat harus mampu menjawab persoalan-persoalan tersebut secara terukur.
Sutami juga menilai masih banyak kampung pesisir lain yang layak diajukan sebagai calon lokasi program. Ia meminta pemerintah daerah tidak terpaku pada dua kampung yang dikunjungi, tetapi segera mengajukan kampung pesisir lain yang membutuhkan intervensi.
“Semakin banyak kampung pesisir yang terlibat, semakin besar manfaatnya bagi ekonomi lokal,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan Pemkab Berau untuk bergerak cepat menyiapkan dokumen teknis dan administrasi pendukung. Mengingat banyak daerah di Indonesia juga mengusulkan program yang sama, ia menilai kecepatan dan kerapian data menjadi penentu agar Berau tidak kalah bersaing.
“Jangan sampai kita kalah cepat. Pemerintah daerah harus all out. Pendataan harus rapi, kebutuhan nelayan harus jelas, dan jangan ada hambatan administrasi,” tambahnya.
Sutami juga menegaskan pentingnya keberlanjutan program. Ia mengingatkan agar pemerintah pusat maupun daerah tidak berhenti hanya pada tahap peresmian tanpa pendampingan jangka panjang.
“Yang paling penting adalah keberlanjutan. Jangan hanya datang, foto, launching, lalu selesai. Nelayan harus merasakan dampaknya dari awal hingga pendapatan mereka meningkat,” tutupnya.
Sigit/ADV
