headlineterkini.id, BERAU – Anggota DPRD Berau, Elita Herlina, kembali mengingatkan pemerintah daerah akan pentingnya penanganan serius terhadap jalur Kelay yang dikenal sebagai salah satu titik paling rawan di daerah tersebut. Kontur jalan yang terjal serta potensi bencana membuat kawasan ini membutuhkan mitigasi jangka panjang.
Elita menjelaskan bahwa jalur Kelay sudah lama menjadi momok bagi pengguna jalan karena kondisi geografisnya yang menantang. Kemiringan ekstrem, tikungan panjang, hingga permukaan jalan yang mudah licin saat hujan menjadikan kawasan ini berisiko tinggi, terutama bagi kendaraan berat dan angkutan penumpang.
“Tanjakan Kelay sudah lama dikeluhkan masyarakat. Jalurnya curam, licin saat hujan, dan sangat rawan kecelakaan maupun longsor,” jelasnya, Rabu (12/11/2025)
Ia menyampaikan bahwa laporan mengenai kendaraan yang kesulitan menanjak atau kehilangan kendali kerap terjadi, dan risiko bertambah dengan adanya tebing di sisi jalan yang rentan longsor serta pohon tumbang ketika cuaca buruk.
Menurut Elita, persoalan keselamatan di jalur tersebut harus menjadi prioritas. Ia menilai pemerintah daerah perlu melakukan kajian komprehensif untuk menentukan langkah penanganan yang paling tepat, mulai dari rekayasa teknis konstruksi hingga upaya stabilisasi lereng.
“Kita tidak bisa menunggu ada kejadian besar baru melakukan tindakan. Perlu ada mitigasi nyata agar masyarakat merasa lebih aman ketika melintas,” tegasnya.
Selain mitigasi teknis, Elita juga mendorong peningkatan pengawasan dari instansi terkait. Pemasangan rambu peringatan, penambahan penerangan jalan, serta pembersihan rutin area rawan longsor disebutnya sebagai langkah yang dapat segera dilakukan sambil menunggu solusi jangka panjang.
Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi keselamatan bagi pengendara agar tetap berhati-hati ketika melewati jalur tersebut, mengingat kondisi alam yang tidak dapat diprediksi.
“Keselamatan pengendara harus ditempatkan di posisi utama. Jika dilakukan penanganan cepat, terpadu, dan berkelanjutan, risiko kecelakaan bisa ditekan dan masyarakat lebih merasa terlindungi,” tutupnya.
SIGIT/ADV
