headlineterkini.id, BERAU — Anggota Komisi I DPRD Berau, H. Nurung, kembali menyoroti persoalan minimnya tenaga medis di puskesmas-puskesmas pelosok.
Ia menilai rendahnya kualitas layanan kesehatan di daerah terpencil tidak hanya disebabkan kurangnya dokter, tetapi juga karena belum maksimalnya perhatian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan yang bertugas jauh dari pusat kota.
Menurutnya, banyak laporan warga menunjukkan bahwa puskesmas di kampung-kampung terpencil beroperasi dengan jumlah dokter yang sangat terbatas. Bahkan ada fasilitas kesehatan yang tidak memiliki dokter tetap, sehingga pelayanan sering terhambat dan pasien harus menunggu lebih lama.
“Kalau semua dokter menumpuk di kota, lalu siapa yang akan melayani masyarakat di kampung? Ini harus jadi perhatian bersama,” tegasnya, Senin (10/11/2025).
Nurung menekankan bahwa pemerataan tenaga kesehatan perlu dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan dan fasilitas pendukung bagi nakes yang bertugas di pelosok. Ia menilai, tanpa jaminan kenyamanan dan insentif yang memadai, sulit mengharapkan tenaga medis bersedia ditempatkan jauh dari pusat layanan.
Menurutnya, tenaga kesehatan di pelosok sering bekerja dalam kondisi serba terbatas—mulai dari minimnya sarana medis, keterbatasan alat kesehatan, hingga akses yang sulit.
Kondisi tersebut harus menjadi evaluasi pemerintah daerah agar penempatan tenaga medis tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar didukung oleh kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka.
“Pelayanan kesehatan itu hak dasar masyarakat. Tidak boleh ada perbedaan antara yang tinggal di kota ataupun kampung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan layanan kesehatan di pelosok hanya dapat berjalan optimal jika kesejahteraan nakes diperhatikan, baik melalui insentif, fasilitas, tempat tinggal yang layak, maupun dukungan operasional lainnya.
Sigit/ADV
