BERAU, Headlineterkini.id – Dugaan kasus asusila di lingkungan sekolah memicu perhatian serius DPRD Berau. Lembaga legislatif menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut harus dilakukan secara tegas dan menyeluruh, sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi korban.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai peristiwa tersebut menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan agar memperkuat sistem pengawasan dan keamanan di lingkungan sekolah.
“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Kejadian seperti ini jelas tidak bisa ditoleransi,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menekankan bahwa proses penanganan harus berjalan cepat, transparan, dan sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya, langkah tegas diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.
“Kalau terbukti, harus diproses secara hukum. Tidak boleh ada kompromi dalam kasus seperti ini,” tegasnya.
Dedy juga menyoroti perlunya respons cepat dari pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan. Ia mengingatkan agar penanganan tidak berlarut-larut karena dapat memperburuk situasi dan memicu keresahan publik.
“Penanganan harus sigap. Jangan sampai lambat dan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat,” katanya.
Terkait wacana penyelesaian melalui sanksi administratif, seperti mutasi, DPRD menilai langkah tersebut tidak cukup. Penanganan yang tidak tuntas dikhawatirkan justru membuka potensi kasus serupa terjadi di tempat lain.
“Kalau hanya dipindahkan, itu bukan solusi. Harus diselesaikan sampai akar masalahnya,” ujarnya.
Selain penegakan hukum, DPRD juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap korban, baik dari sisi psikologis maupun sosial, agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.
Sebagai langkah pencegahan, DPRD mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di sekolah, termasuk penguatan mekanisme pelaporan serta peningkatan peran tenaga pendidik dalam menciptakan lingkungan yang aman.
DPRD Berau memastikan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga tuntas, sekaligus mendorong perbaikan sistem pendidikan agar mampu memberikan perlindungan penuh bagi peserta didik.
“Kami ingin memastikan lingkungan sekolah benar-benar aman. Ini harus menjadi perhatian bersama agar tidak terulang,” pungkasnya.
