BERAU, Headlineterkini.id – Pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu seberat 10 kilogram oleh Polres Berau mendapat perhatian DPRD Berau. Keberhasilan tersebut dinilai bukan sekadar penindakan, tetapi harus menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menilai langkah aparat kepolisian patut diapresiasi karena berhasil menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah besar yang berpotensi merusak masyarakat.
“Ini capaian penting. Jumlahnya tidak sedikit, artinya ada jaringan besar di baliknya yang harus terus ditelusuri,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, penanganan kasus narkotika tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Menurutnya, pengembangan kasus hingga ke tingkat bandar dan jaringan utama menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran.
“Jangan berhenti di sini. Harus dikembangkan sampai ke akar jaringan agar peredarannya benar-benar bisa ditekan,” tegasnya.
Subroto juga mengingatkan bahwa narkotika memiliki dampak serius, tidak hanya terhadap kesehatan, tetapi juga terhadap stabilitas sosial. Peredaran narkoba kerap menjadi pemicu berbagai tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
“Ini ancaman nyata bagi generasi muda dan keamanan daerah. Karena itu penanganannya harus tegas dan berkelanjutan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap seluruh pihak yang terlibat, baik sebagai kurir maupun pengendali jaringan.
Selain itu, Subroto mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba dengan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
“Peran masyarakat sangat penting. Jika ada hal mencurigakan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya.
DPRD Berau berharap sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dapat semakin mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di wilayah tersebut.(Adv)
