BERAU, Headlineterkini.id – Penertiban peredaran minuman keras (miras) selama bulan Ramadan di Kabupaten Berau dinilai efektif menjaga situasi tetap kondusif. Namun, DPRD Berau mengingatkan agar langkah tersebut tidak berhenti sebagai agenda musiman semata.
Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin, menilai operasi yang dilakukan aparat kepolisian dengan menyita ribuan botol miras menjadi bukti keseriusan dalam menjaga ketertiban masyarakat, khususnya di momentum bulan suci.
Menurutnya, peredaran miras kerap menjadi salah satu pemicu gangguan keamanan, sehingga penindakan yang dilakukan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas lingkungan.
“Langkah aparat ini patut diapresiasi karena mampu menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, terutama saat Ramadan,” ujarnya, Sabtu (14/3) saat ditemui.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa efektivitas penertiban akan lebih terasa jika dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat momen tertentu seperti Ramadan.
“Yang perlu ditekankan adalah konsistensi. Jangan hanya intens saat Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan lainnya,” tegasnya.
Thamrin menilai, pendekatan berkesinambungan akan lebih mampu menekan peredaran miras ilegal secara signifikan, sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas yang lebih luas.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam melakukan pengawasan.
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi terkait peredaran miras di lingkungan masing-masing.
“Kalau semua pihak terlibat, pengawasan akan lebih kuat dan penindakan bisa lebih efektif,” katanya.
Ia berharap, dengan sinergi yang terbangun dan penegakan hukum yang konsisten, upaya menciptakan lingkungan yang aman dan tertib di Berau dapat terus terjaga sepanjang waktu, tidak hanya pada momentum tertentu.(Adv)
