Gelar Reses dan Buka Puasa Bersama, Muhammad Nasir Serap Aspirasi Gen Z Hingga Petani Rumput Laut

headlineterkini.id, Nunukan – Kegiatan reses titik keempat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Komisi II Fraksi PKS, Muhammad Nasir, berlangsung semarak di depan kediamannya di Jalan Antasari, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama dan tausiyah Ramadhan. Antusiasme masyarakat begitu tinggi. Sebanyak 500 kursi yang disiapkan panitia terisi penuh, bahkan masih ada warga yang berdiri dan sebagian lainnya mengikuti dari dalam rumah karena keterbatasan tempat.

Karena waktu yang terbatas menjelang berbuka puasa dan adanya tausiyah Ramadhan, metode serap aspirasi dilakukan secara fleksibel. Aspirasi disampaikan secara langsung saat acara berlangsung, serta secara tidak langsung melalui pesan WhatsApp dan telepon setelah kegiatan.

Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi strategis dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat disampaikan, antara lain:

1️⃣ Suara Gen Z: Ketertinggalan Teknologi dan Akses Internet
Kalangan generasi muda (Gen Z) menyampaikan kegelisahan mereka bahwa Nunukan dinilai tertinggal dalam aspek teknologi dan komunikasi. Banyak sekolah di Kabupaten Nunukan yang masih minim sarana prasarana seperti komputer dan laboratorium. Bahkan di wilayah desa dan pedalaman, akses jaringan internet masih sangat terbatas.
“Bagaimana kami bisa bersaing jika fasilitas dasar saja belum memadai?” ungkap perwakilan komunitas pelajar.
Mereka berharap adanya perhatian serius dari pemerintah untuk pembangunan sarana pendidikan berbasis teknologi dan pemerataan jaringan internet hingga pelosok.

2️⃣ Harga Rumput Laut yang Rendah
Masyarakat pesisir mengeluhkan harga rumput laut yang hingga kini masih rendah dan tidak kunjung membaik selama beberapa tahun terakhir. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan petani rumput laut.

3️⃣ Dukungan untuk Gapoktan dan Nelayan
Beberapa kelompok tani (Gapoktan) dan nelayan mengusulkan bantuan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

4️⃣ Bantuan Modal dan Peralatan UMKM
Pelaku UMKM mengusulkan dukungan berupa tambahan modal usaha serta bantuan peralatan produksi agar usaha mereka dapat berkembang lebih maju dan berdaya saing.

5️⃣ Hibah Rumah Ibadah dan Organisasi
Sejumlah perwakilan masyarakat mengajukan permohonan hibah untuk rumah ibadah dan organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari penguatan kehidupan sosial dan spiritual.

6️⃣ Sarana Pendidikan dan Panti Asuhan
Masyarakat juga mengusulkan pengadaan dan pembangunan sarana prasarana pendidikan di sekolah-sekolah serta bantuan untuk panti asuhan.

7️⃣ Infrastruktur Jalan
Perbaikan jalan permukiman dan jalan usaha tani turut menjadi aspirasi penting, mengingat infrastruktur menjadi penopang utama aktivitas ekonomi warga.

8️⃣ Bantuan Bibit Perikanan dan Peternakan
Warga meminta dukungan bibit untuk usaha perikanan dan peternakan guna mendorong ketahanan ekonomi keluarga.

9️⃣ Beasiswa Pendidikan
Permohonan bantuan beasiswa kembali menjadi aspirasi utama, terutama bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muhammad Nasir menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang perjuangan nyata bagi kepentingan rakyat.
“Antusiasme 500 lebih warga yang hadir malam ini menunjukkan bahwa masyarakat haus akan perhatian dan solusi. Semua aspirasi ini akan saya kawal dan perjuangkan secara bertahap sesuai kewenangan provinsi maupun kabupaten,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa isu teknologi pendidikan, kesejahteraan nelayan dan petani, serta penguatan UMKM merupakan bagian dari fokus Komisi II DPRD Provinsi Kaltara.

“Kita tidak ingin generasi muda Nunukan tertinggal. Kita tidak ingin petani dan nelayan terus dirugikan harga yang rendah. Kita ingin UMKM naik kelas. Ini adalah perjuangan bersama, dan saya berkomitmen mengawal aspirasi ini melalui pembahasan anggaran dan kebijakan di DPRD,” ujarnya.

Untuk aspirasi yang menjadi kewenangan kabupaten, dirinya juga akan membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan serta anggota DPRD kabupaten agar dapat diperjuangkan secara sinergis.

Kegiatan reses yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama tersebut menjadi simbol bahwa politik harus hadir dengan sentuhan kemanusiaan dan kebersamaan. Di bulan Ramadhan, aspirasi rakyat disuarakan dengan harapan besar: pembangunan yang merata, berkeadilan, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat hingga ke akar rumput.

Spread the love

Tinggalkan Balasan